Riza, 11 thn
Air mataku sudah berlinang membasahi baju hangat yang kukenakan. Aku
duduk termenung di kursi panjang. Tidak lama, muncul seseorang
menggunakan baju pegawai menghampiriku.“Apakah kamu Patricia?” Tanya orang tersebut. Aku segera menghapus air mataku. “Ya. Apakah kamu Mary?” balasku. Orang otui mengangguk. Mary adalah salah seorang pegawai di Eccentric School. Dia selalu bersikap baik kepada semua murid-murid. “Aku diperintahkan Nona Poots untuk mencarimu,” katanya dengan suara lembut.
“Kenapa kamu pergi begitu saja? Apakah kamu rindu pada Isabel?” tanyanya.
“Kenapa semua orang berpikiran seperti itu? Selalu saja menebak bahwa aku sedang merindukan Isabel’” jawabku.
Hmmm … siapakah Patricia? Di manakah Eccentric School? Kenapa orang-orang selalu menghubungkan Patricia dengan Isabel?
it' s Me
Nadhia Muthia Wuladari
Enak, enggak, sih,
mempunyai orang tua yang sama-sama seorang desainer baju? Wah, pasti
enak banget! Bisa dapet baju dari rancangan desainer orang tua sendiri
dan bisa mengunjungi acara fashion week yang mendunia! Sama seperti Nikki. Dia mengunjungi acara fashion week bersama Mamanya.
Tidak hanya itu, masih banyak petualangan hidupnya di Inggris! Ada petualangan Nikki bersama teman-temannya menyelidiki akun Twitter yang misterius, mempertemukan salah satu teman Nikki dengan murid baru, sampai traveling bersama ke Singapore bersama keluarganya! Waah, pasti mengasyikkan! Yuk, kita ikuti petualangan kehidupannya di Inggris!
Tidak hanya itu, masih banyak petualangan hidupnya di Inggris! Ada petualangan Nikki bersama teman-temannya menyelidiki akun Twitter yang misterius, mempertemukan salah satu teman Nikki dengan murid baru, sampai traveling bersama ke Singapore bersama keluarganya! Waah, pasti mengasyikkan! Yuk, kita ikuti petualangan kehidupannya di Inggris!
Fairy School
Dina,11 thn
Tidak ada alasan bagi Trixie, si Peri Ungu untuk merasa iri atas keriangan teman-teman perinya yang terbang ke sana kemari dengan sayap-sayap mereka yang indah. Tidak ada alasan juga bagi Trixie untuk merasa bosan berada di Fairy School.
Trixie memang tidak mungkin bosan berada di Fairy School. Segala macam sarana bermain dan kesenangan ada di sana. Trixie hanya merasa heran, kenapa dia belum juga mempunyai sayap seperti peri-peri yang lain. Kata Mrs. Lavender, seorang peri bisa mendapatkan sayap jika dia berbuat baik dan membantu siapa pun yang membutuhkan.
Hmmm … tapi, semua peri juga tahu kalau Trixie itu peri yang baik. Jadi, kebaikan apa, dong, yang harus Trixie lakukan untuk mendapatkan sayap?
Beautiful Friendship
Yovie, 11 thn
Dina,11 thn
Tidak ada alasan bagi Trixie, si Peri Ungu untuk merasa iri atas keriangan teman-teman perinya yang terbang ke sana kemari dengan sayap-sayap mereka yang indah. Tidak ada alasan juga bagi Trixie untuk merasa bosan berada di Fairy School.
Trixie memang tidak mungkin bosan berada di Fairy School. Segala macam sarana bermain dan kesenangan ada di sana. Trixie hanya merasa heran, kenapa dia belum juga mempunyai sayap seperti peri-peri yang lain. Kata Mrs. Lavender, seorang peri bisa mendapatkan sayap jika dia berbuat baik dan membantu siapa pun yang membutuhkan.
Hmmm … tapi, semua peri juga tahu kalau Trixie itu peri yang baik. Jadi, kebaikan apa, dong, yang harus Trixie lakukan untuk mendapatkan sayap?
Beautiful Friendship
Yovie, 11 thn
Marissa murid baru di SD Smart. Dia sombong banget. Bicaranya
selalu memakai Bahasa Inggris. Dia juga selalu merendahkan
teman-temannya yang lain di sekolah.
“Mulai hari ini dan seterusnya, aku enggak mau duduk dengan orang yang sombong!” bentak Vinta dengan wajah yang memerah.
“Dasar! Anak enggak tahu sopan santun!” kata Fanda.
“It’s okay! I don’t like you. I don’t wanna sit beside you, Vinta!” balas Marissa dengan wajah merah padam. Kemudian dia pun pergi meninggalkan kelas sambil meneteskan air mata.
Hmmm … bisakah sifat sombong Marissa itu berubah? Bisakah Marissa menjadi bagian dari persahabatan Vero, Vinta, Fanda, dan Firdasari?
“Mulai hari ini dan seterusnya, aku enggak mau duduk dengan orang yang sombong!” bentak Vinta dengan wajah yang memerah.
“Dasar! Anak enggak tahu sopan santun!” kata Fanda.
“It’s okay! I don’t like you. I don’t wanna sit beside you, Vinta!” balas Marissa dengan wajah merah padam. Kemudian dia pun pergi meninggalkan kelas sambil meneteskan air mata.
Hmmm … bisakah sifat sombong Marissa itu berubah? Bisakah Marissa menjadi bagian dari persahabatan Vero, Vinta, Fanda, dan Firdasari?
Vannesa's Story
ShfiqahAlifia Annisa
Putri Monica meninggal karena menyelamatkan Vannesa yang hampir
tertabrak truk. Vannesa berjanji akan mencari pengganti Putri Monica.
Akan tetapi, di kota tersebut tidak ada yang mau menjadi putri. Karena
itu, Vannesa sendiri yang menggantikan Putri Monica dan semua tugasnya.
Hingga suatu hari, sekolah Vannesa kedatangan murid baru, yaitu penulis
terkenal bernama Allisa. Siapakah Allisa itu? Apa kaitannya dengan
Vannesa? Bagaimana pula suka-duka Vannesa yang menjadi putri baru?
Penasaran, kan? Yuk, ikuti kisah Vannesa dengan membaca buku ini!
Tiba-tiba,
Falia sudah berada di dalam gua! Di sana, dia bertemu dengan kucing,
tikus, kelinci, dan kelelawar yang bisa berbicara. Falia sangat takut.
Apalagi dengan tikus! Falia bergegas menuju pintu gua. Dia ingin keluar
dari sana. Namun, dia tidak bisa! Hewan-hewan itu menyuruh Falia
mencarikan obat untuk raja mereka. Falia semakin takut dan bingung. Apa
yang terjadi selanjutnya? Maukan Falia mengabulkan permohonan
hewan-hewan itu? Berhasilkah Falia keluar dari gua itu dan berkumpul
kembali dengan keluarganya? Baca, yuk, kisahnya di buku ini!
ShfiqahAlifia Annisa
Putri Monica meninggal karena menyelamatkan Vannesa yang hampir
tertabrak truk. Vannesa berjanji akan mencari pengganti Putri Monica.
Akan tetapi, di kota tersebut tidak ada yang mau menjadi putri. Karena
itu, Vannesa sendiri yang menggantikan Putri Monica dan semua tugasnya.
Hingga suatu hari, sekolah Vannesa kedatangan murid baru, yaitu penulis
terkenal bernama Allisa. Siapakah Allisa itu? Apa kaitannya dengan
Vannesa? Bagaimana pula suka-duka Vannesa yang menjadi putri baru?
Penasaran, kan? Yuk, ikuti kisah Vannesa dengan membaca buku ini!Petualangan di Gua Ajaib
Kensa Syafira Nuha
Tiba-tiba,
Falia sudah berada di dalam gua! Di sana, dia bertemu dengan kucing,
tikus, kelinci, dan kelelawar yang bisa berbicara. Falia sangat takut.
Apalagi dengan tikus! Falia bergegas menuju pintu gua. Dia ingin keluar
dari sana. Namun, dia tidak bisa! Hewan-hewan itu menyuruh Falia
mencarikan obat untuk raja mereka. Falia semakin takut dan bingung. Apa
yang terjadi selanjutnya? Maukan Falia mengabulkan permohonan
hewan-hewan itu? Berhasilkah Falia keluar dari gua itu dan berkumpul
kembali dengan keluarganya? Baca, yuk, kisahnya di buku ini! 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar